
Ringkasan Berita:
“Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya jenjang pendidikan dan membentengi masa depan generasi muda, mahasiswa KKN Kolaboratif 3T menggelar sosialisasi motivasi pendidikan di Desa Lendang Belo. Kegiatan ini difokuskan untuk menekan angka putus sekolah serta mencegah maraknya pernikahan usia dini di lingkungan masyarakat setempat.”
LENDANG BELO — Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya jenjang pendidikan dan membentengi masa depan generasi muda, mahasiswa KKN Kolaboratif 3T menggelar sosialisasi motivasi pendidikan di Desa Lendang Belo. Kegiatan ini difokuskan untuk menekan angka putus sekolah serta mencegah maraknya pernikahan usia dini di lingkungan masyarakat setempat.
Kegiatan sosialisasi tersebut menyasar para pelajar di dua lembaga pendidikan desa, yakni MI Darul Ihsan NW Balikbatang dan SMP IT Darul Ihsan NW Balikbatang.
Membangkitkan Impian dan Wawasan Masa Depan
Melalui penyampaian yang komunikatif dan persuasif, para mahasiswa KKN memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak panjang dari pernikahan dini dan pentingnya menyelesaikan pendidikan dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Para siswa diajak untuk mengenali potensi diri, merancang cita-cita, serta memahami bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi dan sosial.
Respons positif terlihat dari antusiasme para siswa MI maupun SMP IT Darul Ihsan NW Balikbatang selama sesi interaktif berlangsung. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berbagi cerita mengenai impian serta cita-cita yang ingin dicapai di masa depan.
Sinergi Bersama Lembaga Pendidikan Desa
Pihak sekolah mengapresiasi penuh inisiatif yang dibawakan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 3T. Langkah edukatif ini dinilai sangat relevan dengan tantangan sosial yang masih sering dihadapi di tingkat desa, di mana pemahaman akan urgensi keberlanjutan sekolah kerap terabaikan.
Melalui program sosialisasi motivasi ini, diharapkan para siswa di Desa Lendang Belo memiliki daya tahan mental dan tekad yang lebih kuat untuk terus menuntut ilmu, menunda pernikahan di usia anak, serta tumbuh menjadi generasi penerus desa yang berdaya saing dan berpendidikan.
Bagikan Artikel Ini: