
Ringkasan Berita:
“Melanjutkan rangkaian gerakan edukasi di Desa Lendang Belo, mahasiswa KKN Kolaboratif 3T kembali menggelar sosialisasi motivasi pentingnya pendidikan guna menekan angka putus sekolah dan pernikahan dini. Pada kesempatan kali ini, sasaran kegiatan bergeser ke sekolah dasar setempat, yakni SDN 02 Lendang Belo, dengan melibatkan para siswa kelas 4, 5, dan 6.”
LENDANG BELO — Melanjutkan rangkaian gerakan edukasi di Desa Lendang Belo, mahasiswa KKN Kolaboratif 3T kembali menggelar sosialisasi motivasi pentingnya pendidikan guna menekan angka putus sekolah dan pernikahan dini. Pada kesempatan kali ini, sasaran kegiatan bergeser ke sekolah dasar setempat, yakni SDN 02 Lendang Belo, dengan melibatkan para siswa kelas 4, 5, dan 6.
Pemilihan siswa tingkat atas sekolah dasar ini dipandang strategis sebagai langkah pencegahan sejak dini, mengingat kelompok usia tersebut mulai memasuki fase krusial sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah.
Tanamkan Impian dan Kesadaran Pentingnya Wajib Belajar
Dalam sosialisasi yang dikemas secara interaktif dan komunikatif, para mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menuntaskan wajib belajar serta bahaya laten dari pernikahan usia anak. Materi disampaikan secara sederhana namun mengena, menyesuaikan tingkat pemahaman anak-anak usia sekolah dasar.
Siswa kelas 4, 5, dan 6 diajak aktif berdiskusi mengenai ragam cita-cita dan pentingnya menuntut ilmu hingga jenjang setinggi-tingginya. Selain pemaparan motivasi, sesi ini diisi dengan permainan edukatif yang membangun rasa percaya diri siswa untuk berani bermimpi dan menolak opsi putus sekolah.
Membangun Fondasi Masa Depan Generasi Desa
Antusiasme terlihat jelas dari para siswa SDN 02 Lendang Belo yang aktif mengacungkan tangan saat diajak menceritakan impian masa depan mereka. Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini karena dapat memberikan dorongan moral bagi anak-anak agar tetap bersemangat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP/MTs setelah lulus dari SD.
Melalui pendampingan yang konsisten dari mahasiswa KKN Kolaboratif 3T di berbagai sekolah desa, diharapkan angka putus sekolah dapat ditekan semaksimal mungkin, sekaligus memutus mata rantai pernikahan dini di Desa Lendang Belo.
Apakah Anda ingin saya buatkan juga versi ringkasan berita ini untuk diunggah sebagai caption media sosial atau buletin cetak desa?
Bagikan Artikel Ini: